Langsung ke konten utama

Postingan

LET IT FLOW

aku mau menuangkan pikiranku yg berkecamuk nggak jelas ini, breakdown satu per satu biar nggak hilang arah. hahh, segitunya memang? iyaa akhir-akhir ini banyak yang kupikirkan setelah menerima kontrak baru dari sekolah, iya sekolah. udah lebih dari 1 tahun aku jadi staff TU di sini, sekolah swasta islam yang cukup punya nama di Pekalongan. karyawan kontrak yg keluar sebelum Juni 2027 akan dikenakan sanksi ganti rugi 3x gaji yang diberikan. tentunya aku bisa saja menolak itu, dengan cara mengundurkan diri. segitunya amat? amat aja tidak segitu.lahhh mulai mulaiii aku rasa mungkin saja ini akal akalan yysn biar karyawannya tidak ikut seleksi cpns yg "katanya" bakal ada di tahun 2026. Lalu aku akan bagaimana sebagai "Seorang anak yg diwajibkan ikut even tahunan (re:cpns) ini?" Tentunya, tidak perlu ttd kontrak kata Bapak. Aku pun merasa ingin berkembang, yhaa di sini juga berkembang tapi belum maksimal. kalaupun tidak lolos cpns, setidaknya bisa kerja di perusahaan lai...
Postingan terbaru

Teruntuk Dirimu

Ini bukan puisi atau pun pantun yang bisa menghibur, Hanya sekedar tulisan yang aku ungkap karena ada rasa yang selalu terkubur Kalau kau bersedia menanyakan lagi perasaanku, Akan ku jawab dengan lantang, iya aku mau tak peduli bagaimana kau sekarang Aku cuma ingin jujur, kalau sudah begini apakah cinta itu salah? kenapa cinta tak pernah tepat waktu? mungkin belum saatnya saja, atau mungkin memang bukan kamu orangnya Tapi, daripada terus menyesal aku ingin menutup kisah yang tak pernah dimulai ini Kehadiranmu adalah sebuah kehangatan yang terus menyelimuti perasaan gundah, Disaat orang lain tak peduli, ternyata masih ada dirimu yang selalu menanti aku tak tau apakah melindungi hanya untuk orang yang lemah? kalau begitu, aku rela manjadi terlemah Sulit nya diriku mampu kamu terima Jadilah aku sejadi-jadi nya kamu begitu sabar, seperti bisa memeluk amarah menyiraminya dengan segala arah hingga semua kembali reda menenagkan diriku yang membara Disaat aku rendah  kamu ada, meyakinkan d...

Tumbuh Bersama Luka

Jangan kaget dengan tulisan blog bertema dewasa 21+ ini, karena nyatanya memang sedang di fase ini Dewasa ini, aku banyak belajar dan menyadari beberapa hal, salah satunya aku tumbuh bersama dengan orang-orang yang membersamai dan lingkungan yang sempat aku singgahi menyadari bahwa setiap sikap dan sifat seseorang terbentuk dari sana. orang, kejadian, lingkungan itulah pentingnya bijak saat bersikap, karenaaa tanpa kita sadari, kita juga andil dalam membentuk sifat seseorang,  tanpa kita sadari, bisa saja kita memberi luka  karena tiap orang punya potensi terluka dan melukai dan aku yakin setiap orang mempunyai luka. aku tumbuh bersama luka masa kecil yang nggak pernah ku sadari membentuk diriku yang sekarang tidak percaya diri, menarik diri, mengemis perhatian orang lain tapi menyiksa diri sendiri yaaa.. aku pikir itu semua terjadi karena yaa mungkin aku memang seperti ini tapi ternyata enggakk. lagiii.. Semua karena bahagia, luka, dan trauma yang membersamai pula ternyata im...

MY QLC VER. (TENTANG BAGAIMANA MENGIMANI TAKDIR & MENYADARI BANYAK HAL)

 Hai seperti biasa, selalu ku awali dengan "Setelah sekian lama, akhirnya..." mencoba meneruskan kembali hobi yang tertunda cukup lama, tujuannya simple, agar teringat kembali bagaimana aku bertumbuh dan memeluk diri sendiri it's been a reallyyyyy hard time for me, yaa.. quarter life crisis benar adanya di usia yaang aku mulai berpikir nggak muda ini, you know.. society makes the standard khususnya perempuan, harus strugle dengan pencapaian yang menurutku nggak logis untuk bisa dicapai semua orang, karena kita punya takdir yang berbeda, tapi pada akhirnya.. seperti tertanam di alam bawah sadar, aku mempercayai standar itu that's why i've always overthink about life terkadang aku bingung merespon banyak hal, karena aku punya banyak POV tentang permasalahan, pada akhirnya aku let it flow aja sihh, aku belajar ternyata antara pasrah dan berserah diri bisa beda tipis, kadang awalnya berserah diri di pertengahan jalan bisa aja jadi pasrah menjelang usia 26 ini, jujur r...

Si Paling Tersakiti

Seperti judulnya, aku memang merasa tersakiti tapi semua tergantung kita, bagaimana kita menanggapi dan mengolah rasa sakit itu,  bisa jadi boomerang atau malah terpacu buat jadi lebih baik kenapa bisa tersakiti? pernah nggak dijelek2in sama orang? dibanding2in sama orang? masalah dibanding2kan aku memang sedikit terbiasa karena status anak ke-2, haha meskipun terbiasa tapi tetap menyakitkan woeyy ternyata dari dulu sampe sekarang pun masih dibanding2kan, seolah sangat kekurangan nggak cuma itu, dikerjaan pun masih dijelek2an di depan orang2 aku sampai ngerasa nggak pantas kalau kerja sama orang, dan mikir kayaknya orang nggak perlu karyawan seperti diriku ini menyakitkan dan buat sedih rasanya, nggak mau baper lama2, aku memutuskan buat buktiin kalau aku juga bisa dan nggak seperti yg dibicarakan tapi tentu nggak di perusahaan ini aku nggak mau ikut orang, aku mau berjuang sendiri TAPII sebetulnya, nggak perlu membuktikan apa2 ke orang lain aku cuma nggak suka aja kalau harus ikut...

Perjalananku di masa peralihan menuju "Dewasa"

Setelah beres wisuda, aku memutuskan untuk langsung buat akun dan daftar puluhan job di akun  jobstreet, mulai menyusun profil linkedin, dan daftar sana sini. seperti kebanyakan fresh graduate yg nge-war job, hasilnya pun nihil. karena aku tidak sabaran dan bosan di rumah akhirnya apapun kesempatan kerja nya langsung ku tancap gas. padahal masih pengangguran 2 bulan. mungkin faktor pencapain teman juga yg sudah diterima di tempat kerja. sungguh sangat tidak sabaran. hingga akhirnya aku melihat status teman yg sedang open job dan dibutuhkan segera. jaraknya jauh, di Cikarang. kedua orang tua ku juga awalnya tak setuju karena masalah jarak. walaupun sebetulnya aku sendiri tidak yakin karena harus merantau ke lain pulau, tapi aku juga sangat ingin berkelana lagi. bukan, bukan hanya masalah jarak, tapi perusahaan juga masih kecil dan sudah jelas gaji mengikuti dan jauh dari UMR Kota Cikarang aku mencoba untuk meyakinkan lagi kedua orang tua ku, aku tidak mempermasalahkan gaji lagi, yg ...

Am I?

Bagaimana memulai tulisannya ya? Selain bingung bagaimana memulai tulisan ini, aku juga bingung harus diapakan masalah yang sedang ku hadapi ini. Ah, ternyata aku juga bingung harus bercerita dengan siapa. Karena aku merasa belum ada yg pas saja termasuk orang tua ku sendiri. Sebenarnya, aku sudah menceritakannya ke ibu, tapi responnya tidak sesuai harapan bahkan ibu hanya terdiam. Mungkin dia bingung. Di usia ku yg sedang lucu-lucunya beranjak dewasa ini, aku sedang mempertimbangkan banyak hal. Sebenarnya aku memang cukup sulit untuk memutuskan sesuatu, karena aku punya banyak sekali pertimbangan, berusaha untuk tetap rasional dan memilih keputusan yang lebih menguntungkan. Maka dari itu, agar aku lebih mantap dengan keputusan itu aku sering menanyakan solusi dari orang lain. Aku cukup tidak percaya diri dengan keputusan ku sendiri. Menyedihkan memang, tapi ini aku. Aku merasa not capable enough untuk memutuskan masalahku sendiri. Padahal itu kan masalah ku, hidup ku, dan aku yang leb...