Langsung ke konten utama

Am I?

Bagaimana memulai tulisannya ya?

Selain bingung bagaimana memulai tulisan ini, aku juga bingung harus diapakan masalah yang sedang ku hadapi ini.

Ah, ternyata aku juga bingung harus bercerita dengan siapa. Karena aku merasa belum ada yg pas saja termasuk orang tua ku sendiri. Sebenarnya, aku sudah menceritakannya ke ibu, tapi responnya tidak sesuai harapan bahkan ibu hanya terdiam. Mungkin dia bingung.

Di usia ku yg sedang lucu-lucunya beranjak dewasa ini, aku sedang mempertimbangkan banyak hal. Sebenarnya aku memang cukup sulit untuk memutuskan sesuatu, karena aku punya banyak sekali pertimbangan, berusaha untuk tetap rasional dan memilih keputusan yang lebih menguntungkan. Maka dari itu, agar aku lebih mantap dengan keputusan itu aku sering menanyakan solusi dari orang lain. Aku cukup tidak percaya diri dengan keputusan ku sendiri. Menyedihkan memang, tapi ini aku. Aku merasa not capable enough untuk memutuskan masalahku sendiri. Padahal itu kan masalah ku, hidup ku, dan aku yang lebih tau semuanya. Tapi lagi, aku nggak sepenuhnya percaya dengan diriku :) I'm on crisis!!!

Back to what my actual problem is..
Jadi, sekarang ini alhamdulillah aku punya pekerjaan yang banyak orang di luar sana jadi mimpi mereka. Honestly, sangat bersyukur bisa kerja di sini dengan segala kelebihan dan kekurangan yg ada. Aku bersyukur tapi juga harus membawa kebencian ini tiap hari. Kadang aku berpikir, am i a girl with a big ego? Aku suka kerja di sini, tapi rasa2nya aku nggak terlalu dianggap di sini, dibanding-banding kan, bahkan dibilang hanya ikut-ikutan. Rasa-rasanya aku ingin membuktikan itu semua dengan keluar dari sini. Aku rasa itu jawaban yg saaaaangat passss, tapi nggak tau kan mana yg terbaik? harusnya istikharoh si.. NGGAK, soalnya aku dah mantep habis lebaran out meskipun belum dapet kerjaan.

Tapi dari situ aku kembali mempertanyakan apakah aku orang yang egois? terlalu gengsi? terlalu sakit hati? Apakah alasan ku ini adalah hal yang ngga rasional dan terlalu kekanak-kanakan?
Cuy, tapi harga diri gue?!! oke kembali menggunakan *aku
Meskipun udah pasti keluar, tapi aku butuh pembelaan dari orang lain biar pas lagi down ngga terlalu menyesal. Setidaknya aku nggak terlalu bodoh, emosi dan terbawa perasaan untuk memutuskan ini karena aku sering menolerir orang2 yang ngga baik buat diriku. Aku sering ngga mementingkan diri sendiri. Makanya, sampai saat ini aku jadi ngga tau batas dan semuanya jadi abu-abu.

Kayanya kalau aku cowok, jelas nggak akan mempedulikan itu si. 
Tapi masalahnya apakah kamu nggak mau berkembang, Fa? Katanya kamu punya mimpi jadi pebisnis? Kapan kamu bakal mewujudkan itu? hehe
Yhaa.. sekalian nemenin bapak-ibu di rumah, bantu-bantu kerjaan rumah dan mungkin Adnin butuh bantuan? Kayanya aku lebih bermanfaat di rumah..




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teruntuk Dirimu

Ini bukan puisi atau pun pantun yang bisa menghibur, Hanya sekedar tulisan yang aku ungkap karena ada rasa yang selalu terkubur Kalau kau bersedia menanyakan lagi perasaanku, Akan ku jawab dengan lantang, iya aku mau tak peduli bagaimana kau sekarang Aku cuma ingin jujur, kalau sudah begini apakah cinta itu salah? kenapa cinta tak pernah tepat waktu? mungkin belum saatnya saja, atau mungkin memang bukan kamu orangnya Tapi, daripada terus menyesal aku ingin menutup kisah yang tak pernah dimulai ini Kehadiranmu adalah sebuah kehangatan yang terus menyelimuti perasaan gundah, Disaat orang lain tak peduli, ternyata masih ada dirimu yang selalu menanti aku tak tau apakah melindungi hanya untuk orang yang lemah? kalau begitu, aku rela manjadi terlemah Sulit nya diriku mampu kamu terima Jadilah aku sejadi-jadi nya kamu begitu sabar, seperti bisa memeluk amarah menyiraminya dengan segala arah hingga semua kembali reda menenagkan diriku yang membara Disaat aku rendah  kamu ada, meyakinkan d...

Meledak di Dalam

 di blog ini pasti selalu diawali dengan.. "dah lama nggak posting, sok sibuk lu" yaudin lah yaa..hehe meledak di dalam? sebuah perasaan.. yang sulit untuk diungkapkan, dengan dalih aku tak perlu memberitahukan kepada siapapun.. cukup hanya diriku saja yang tau, orang lain tak perlu mengerti lalu ku tutupi itu semua dengan senyuman dan wajah yang baik-baik saja menyedihkan sekali.. karena terlalu sering, Sampai-sampai aku lupa beremosi. ketika menerima sebuah kekecewaan, ku pendam di dalam aku tak tau harus bagaimana dan berakhir kesakitan sendiri, meledak.. aku selalu meyakinkan diriku untuk baik-baik saja dan menutupnya rapat-rapat  sampai terkadang tak bisa lagi membedakan mana yang harus ku simpan, dan mana yang harus ku bagi padahal bukan begitu cara kerjanya seperti judul drama korea, it's okay to not be okay it's okay untuk meluapkan "negative thinking" tidak semua hal harus diubah menjadi positif positif vibes di mana-mana no..  karena dasarku yang m...

Peralihan Menuju “Dunia Orang Dewasa”

  Memang dunia orang dewasa itu seperti apa? Yang jelas, aku banyak tertampar oleh berbagai realita kehidupan Satu persatu masalah datang silih berganti, Ah, satu masalah belum selesai saja datang lagi masalah lain Bahkan jarak nya pun tidak karuan.. Yang aku rasakan saat itu adalah jelas sedihh Sering menangis sendiri, merenung lalu tiba-tiba mengeluarkan air mata Rasanya sangat muak hingga aku membenci kota ini, Cikarang Yang telah menanamkan luka mendalam Jujur saja, hidupku terasa tenang sebelumnya Walaupun aku justru khawatir Apakah sebenarnya aku hamba yang terlantar? Setelah mendapat banyak sekian ujian Aku tersadar akan 3 hal Bisa jadi ini adalah sebuah balasan atas dosa-dosa ku, atau Ini adalah ujian karena ALLAH ingin melihat usaha hambaNya, atau Allah ingin menaikkan derajatku Aku ragu pada hal yang ketiga, Sepertinya ini lebih pada hal yang pertama Aku banyak dosa. Di satu sisi, aku bersyukur Artinya, Allah masih peduli ingin ...