Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2023

Si Paling Tersakiti

Seperti judulnya, aku memang merasa tersakiti tapi semua tergantung kita, bagaimana kita menanggapi dan mengolah rasa sakit itu,  bisa jadi boomerang atau malah terpacu buat jadi lebih baik kenapa bisa tersakiti? pernah nggak dijelek2in sama orang? dibanding2in sama orang? masalah dibanding2kan aku memang sedikit terbiasa karena status anak ke-2, haha meskipun terbiasa tapi tetap menyakitkan woeyy ternyata dari dulu sampe sekarang pun masih dibanding2kan, seolah sangat kekurangan nggak cuma itu, dikerjaan pun masih dijelek2an di depan orang2 aku sampai ngerasa nggak pantas kalau kerja sama orang, dan mikir kayaknya orang nggak perlu karyawan seperti diriku ini menyakitkan dan buat sedih rasanya, nggak mau baper lama2, aku memutuskan buat buktiin kalau aku juga bisa dan nggak seperti yg dibicarakan tapi tentu nggak di perusahaan ini aku nggak mau ikut orang, aku mau berjuang sendiri TAPII sebetulnya, nggak perlu membuktikan apa2 ke orang lain aku cuma nggak suka aja kalau harus ikut...

Perjalananku di masa peralihan menuju "Dewasa"

Setelah beres wisuda, aku memutuskan untuk langsung buat akun dan daftar puluhan job di akun  jobstreet, mulai menyusun profil linkedin, dan daftar sana sini. seperti kebanyakan fresh graduate yg nge-war job, hasilnya pun nihil. karena aku tidak sabaran dan bosan di rumah akhirnya apapun kesempatan kerja nya langsung ku tancap gas. padahal masih pengangguran 2 bulan. mungkin faktor pencapain teman juga yg sudah diterima di tempat kerja. sungguh sangat tidak sabaran. hingga akhirnya aku melihat status teman yg sedang open job dan dibutuhkan segera. jaraknya jauh, di Cikarang. kedua orang tua ku juga awalnya tak setuju karena masalah jarak. walaupun sebetulnya aku sendiri tidak yakin karena harus merantau ke lain pulau, tapi aku juga sangat ingin berkelana lagi. bukan, bukan hanya masalah jarak, tapi perusahaan juga masih kecil dan sudah jelas gaji mengikuti dan jauh dari UMR Kota Cikarang aku mencoba untuk meyakinkan lagi kedua orang tua ku, aku tidak mempermasalahkan gaji lagi, yg ...

Am I?

Bagaimana memulai tulisannya ya? Selain bingung bagaimana memulai tulisan ini, aku juga bingung harus diapakan masalah yang sedang ku hadapi ini. Ah, ternyata aku juga bingung harus bercerita dengan siapa. Karena aku merasa belum ada yg pas saja termasuk orang tua ku sendiri. Sebenarnya, aku sudah menceritakannya ke ibu, tapi responnya tidak sesuai harapan bahkan ibu hanya terdiam. Mungkin dia bingung. Di usia ku yg sedang lucu-lucunya beranjak dewasa ini, aku sedang mempertimbangkan banyak hal. Sebenarnya aku memang cukup sulit untuk memutuskan sesuatu, karena aku punya banyak sekali pertimbangan, berusaha untuk tetap rasional dan memilih keputusan yang lebih menguntungkan. Maka dari itu, agar aku lebih mantap dengan keputusan itu aku sering menanyakan solusi dari orang lain. Aku cukup tidak percaya diri dengan keputusan ku sendiri. Menyedihkan memang, tapi ini aku. Aku merasa not capable enough untuk memutuskan masalahku sendiri. Padahal itu kan masalah ku, hidup ku, dan aku yang leb...