Assalamu'alaykum.. Bukan maksud menggurui, tapi hanya sekedar berbagi.. karena aku pun sebenarnya tak suka jika digurui dalam konteks tertentu.. aku pun masih begitu, masih belajar bagaimana memposisikan diri, belajar bagaima menerima takdir.. dan masih mencari makna dari ikhlas sendiri. Namun, perlahan sepertinya ku mulai mengerti, ikhlas bukan hanya menerima segala apa yang telah diberikanNya, tetapi untuk mencapai ke sana.. ini pendapatku sii, hehe kita perlu yang namanya berkhusnudzon.. iya, bagaimana kita memandang takdir yang telah terjadi sebagai anugerah, lebih jelasnya bagaimana kita bisa berprasangka baikk kepada Tuhan kita sendiri.. jujur itu susah.. apalagi waktu itu, sewaktu bingung-bingung nya ngelanjutin sekolah ke mana.. udah daftar sana sini masih aja nggak ketrima, tes sana sini juga nggak ketrima. Rasanya pasrah bener, sampek udah mikir kayaknya percuma juga belajar dan do’a karena hasilnya juga bakal sama, nggak bakal ketrima! Iya, mungkin saking bodohnya aku,...