Langsung ke konten utama

Jadi Ini Apaaa? #curculfa

Assalamu'alaykum.. Bukan maksud menggurui, tapi hanya sekedar berbagi.. karena aku pun sebenarnya tak suka jika digurui dalam konteks tertentu.. aku pun masih begitu, masih belajar bagaimana memposisikan diri, belajar bagaima menerima takdir.. dan masih mencari makna dari ikhlas sendiri. Namun, perlahan sepertinya ku mulai mengerti, ikhlas bukan hanya menerima segala apa yang telah diberikanNya, tetapi untuk mencapai ke sana.. ini pendapatku sii, hehe kita perlu yang namanya berkhusnudzon.. iya, bagaimana kita memandang takdir yang telah terjadi sebagai anugerah, lebih jelasnya bagaimana kita bisa berprasangka baikk kepada Tuhan kita sendiri.. jujur itu susah.. apalagi waktu itu, sewaktu bingung-bingung nya ngelanjutin sekolah ke mana.. udah daftar sana sini masih aja nggak ketrima, tes sana sini juga nggak ketrima. Rasanya pasrah bener, sampek udah mikir kayaknya percuma juga belajar dan do’a karena hasilnya juga bakal sama, nggak bakal ketrima! Iya, mungkin saking bodohnya aku, dan aku mikir2 yang aneh juga mungkin ini balasan karena aku terlalu banyak buat dosa.. pada tahapan itu, aku makin futur dan su’udzon sama Tuhan sendiri.. kebayang kan dosanya kayak apa? Iya, Sampek segitunya... kayak udah percuma aja, mau ngelakuin ataupun usaha pun nggak akan ada hasilnya.. aku pernah sampai tahapan itu. Sampai akhirnya, aku bisa diterima di POLINES, mungkin banyak orang nggak kenal sama sekolah ini, wkwk tapi aku mikir-mikir lagi.. berusaha cari sisi positif, dan  ngebandingin kemungkinan-kemungkinan kalau aku diterima di universitas dengan segala kekurangkanku, karena Allah lebih tau hambaNya daripada hamba itu sendiri, Allah tau yang terbaik buat hambaNya.. dan Allah punya alasan tersendiri, Allah sudah merencanakan segala sesuatu dibalik takdirNya. Sebagai hamba kita hanya bisa menjalankan takdirNya, tentu saja sebelum itu kita kudu tawakkal, tapi kalau hasil sama yang diharapin beda, jangan kezel,  ya memang rasanya sakit dan kecewa.. tapi kalau udah gitu, jangan larut2 kecewanya ntar makin menjadi-jadi, bukannya berserah diri sama Allah tapi malah pasrah seperti diriku, huee.. ya memang pada saat itu diriku sudah pasrah, *sumpah jangan ditiru, wkwk.. tapi nggak sampai pasrah gitu aja, aku masih berusaha buat belajar ngadepin tes terakhir, aku  juga belajar dari pengalaman itu, kalau yang gitu2 kejadian lagi dan kecewa lagi, kudu cepet2 bangkit dan selalu mikir kalau Allah sudah merencanakan hal yang  bahkan nggak kita duga sampai segitunya.. kalau kata buku yang pernah kubaca, hmm jangan salah, ulfa juga pernah baca buku. Yaiyalah, sekolah pun kau baca buku nak! Ahahah, kriik kriik.. yee ku dapat banyak receh.. jdi tadi ngelucu? Nggg.. nggak kok, bukaaan.. hueeeee *ceritanya ngomong sambil nangis. oke, mari kita lupakan. Huee gaje. Jadi.. sampai mana tadi? Aaa.. kata buku itu, satu hal yang paling kuinget adalah ALLAH ITU MEMBERIKAN BUKAN APA YANG KITA INGINKAN, TAPI APA YANG KITA BUTUHKAN... Sebisa mungkin nanemin mainset2 yang begituan dan yang  tadiii,  iii yaaaa yang tadi.. eheee. Setelah dapet banyak pencerahan dari buku yang kubaca.. pikiranku lebih terbuka, dan mikir iya juga siiih bener.. nggak sampek itu juga, biasakan untuk do’a biar jadi hamba yag ikhlas dan senantiasa berkhusnudzon sama Tuhan sendiri.. kalok udah nanemin mainset gitu, rasanya itu.. ploongg,  ntar jadinya berpikir positif atau khusnudzon pastinya, wkkw.. karena tau berarti setelah ini ada sesuatu yang baik bakal terjadi, dan pingin cepet2 rasanya bilang ooh jadi ini toh yang Allah mau kasih, dan ini tho yang terbaik buat diriku.. kita juga jadi berserah diri, ikhlas, karena kita bakal lebih terbuka nerima segala keputusanNya lebih lebih bisa jadi hamba yang bersyukur juga. Percayakan sama Allah. Namanya manusia, aku pun kadang lupa daaan seperti Gitasav bilang, tulisannya bakal jadi self reminder sendiri, dan bakal balik baca lagi kalok udah mulai nganeh dan mulai jadi bukan diri sendiri lagi (?). Semoga kamu yang baca ini pun juga begitu.. terima kasih sudah meluangkan waktunya, maafkan aku.. maafkan akuuuuu.  Huee Wassalamu'alaykum

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teruntuk Dirimu

Ini bukan puisi atau pun pantun yang bisa menghibur, Hanya sekedar tulisan yang aku ungkap karena ada rasa yang selalu terkubur Kalau kau bersedia menanyakan lagi perasaanku, Akan ku jawab dengan lantang, iya aku mau tak peduli bagaimana kau sekarang Aku cuma ingin jujur, kalau sudah begini apakah cinta itu salah? kenapa cinta tak pernah tepat waktu? mungkin belum saatnya saja, atau mungkin memang bukan kamu orangnya Tapi, daripada terus menyesal aku ingin menutup kisah yang tak pernah dimulai ini Kehadiranmu adalah sebuah kehangatan yang terus menyelimuti perasaan gundah, Disaat orang lain tak peduli, ternyata masih ada dirimu yang selalu menanti aku tak tau apakah melindungi hanya untuk orang yang lemah? kalau begitu, aku rela manjadi terlemah Sulit nya diriku mampu kamu terima Jadilah aku sejadi-jadi nya kamu begitu sabar, seperti bisa memeluk amarah menyiraminya dengan segala arah hingga semua kembali reda menenagkan diriku yang membara Disaat aku rendah  kamu ada, meyakinkan d...

Meledak di Dalam

 di blog ini pasti selalu diawali dengan.. "dah lama nggak posting, sok sibuk lu" yaudin lah yaa..hehe meledak di dalam? sebuah perasaan.. yang sulit untuk diungkapkan, dengan dalih aku tak perlu memberitahukan kepada siapapun.. cukup hanya diriku saja yang tau, orang lain tak perlu mengerti lalu ku tutupi itu semua dengan senyuman dan wajah yang baik-baik saja menyedihkan sekali.. karena terlalu sering, Sampai-sampai aku lupa beremosi. ketika menerima sebuah kekecewaan, ku pendam di dalam aku tak tau harus bagaimana dan berakhir kesakitan sendiri, meledak.. aku selalu meyakinkan diriku untuk baik-baik saja dan menutupnya rapat-rapat  sampai terkadang tak bisa lagi membedakan mana yang harus ku simpan, dan mana yang harus ku bagi padahal bukan begitu cara kerjanya seperti judul drama korea, it's okay to not be okay it's okay untuk meluapkan "negative thinking" tidak semua hal harus diubah menjadi positif positif vibes di mana-mana no..  karena dasarku yang m...

Peralihan Menuju “Dunia Orang Dewasa”

  Memang dunia orang dewasa itu seperti apa? Yang jelas, aku banyak tertampar oleh berbagai realita kehidupan Satu persatu masalah datang silih berganti, Ah, satu masalah belum selesai saja datang lagi masalah lain Bahkan jarak nya pun tidak karuan.. Yang aku rasakan saat itu adalah jelas sedihh Sering menangis sendiri, merenung lalu tiba-tiba mengeluarkan air mata Rasanya sangat muak hingga aku membenci kota ini, Cikarang Yang telah menanamkan luka mendalam Jujur saja, hidupku terasa tenang sebelumnya Walaupun aku justru khawatir Apakah sebenarnya aku hamba yang terlantar? Setelah mendapat banyak sekian ujian Aku tersadar akan 3 hal Bisa jadi ini adalah sebuah balasan atas dosa-dosa ku, atau Ini adalah ujian karena ALLAH ingin melihat usaha hambaNya, atau Allah ingin menaikkan derajatku Aku ragu pada hal yang ketiga, Sepertinya ini lebih pada hal yang pertama Aku banyak dosa. Di satu sisi, aku bersyukur Artinya, Allah masih peduli ingin ...