Langsung ke konten utama

Meledak di Dalam

 di blog ini pasti selalu diawali dengan.. "dah lama nggak posting, sok sibuk lu" yaudin lah yaa..hehe

meledak di dalam?

sebuah perasaan.. yang sulit untuk diungkapkan,
dengan dalih aku tak perlu memberitahukan kepada siapapun..
cukup hanya diriku saja yang tau,
orang lain tak perlu mengerti
lalu ku tutupi itu semua dengan senyuman dan wajah yang baik-baik saja
menyedihkan sekali..
karena terlalu sering,
Sampai-sampai aku lupa beremosi.

ketika menerima sebuah kekecewaan,
ku pendam di dalam
aku tak tau harus bagaimana
dan berakhir kesakitan sendiri, meledak..

aku selalu meyakinkan diriku untuk baik-baik saja
dan menutupnya rapat-rapat 
sampai terkadang tak bisa lagi membedakan mana yang harus ku simpan, dan mana yang harus ku bagi

padahal bukan begitu cara kerjanya
seperti judul drama korea,
it's okay to not be okay
it's okay untuk meluapkan "negative thinking"
tidak semua hal harus diubah menjadi positif
positif vibes di mana-mana
no.. 

karena dasarku yang memang tidak enakan dengan orang,
itu cukup menyiksaku
bukan.. bukan cukup lagi
tapi sangaat..
kembali lagi, aku menjadi seorang yang mementingkan perasaan orang lain
di atas perasaanku sendiri
jadilah aku yg tidak self love
jadilah aku dengan mental yang gak sehat
jadilah aku seseorang yang tidak memliki kepribadian,
jati diri.. seperti hilang

aku selalu mempertanyakan..
kenapa si? aku kenapa?
menangis sendiri, aku bahkan tak bisa menangis di kamar.. kecuali kosan, wkwk
hanya bisa di jalan.. berusaha menutupi itu semua dari siapa pun
aku jadi tak bisa membedakan
mana yang dimaksud peduli,
mana yang dimaksud self love
seolah-olah aku tak bisa memikirkan diri sendiri

tetapi aku tersadar,
hey.. memikirkan diri sendiri itu perlu sesuai dengan porsi
perlu untuk membuat sebuah batasan.. namanya self bounderies kata Ogut
mudah sekali solusi itu
tapi akan terasa sulit untukku

karena seharusnya
sikap bodoamat perlu ku latih
cause i dont give a sh*t 

intinyaaa.. ya itu pokoknya..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teruntuk Dirimu

Ini bukan puisi atau pun pantun yang bisa menghibur, Hanya sekedar tulisan yang aku ungkap karena ada rasa yang selalu terkubur Kalau kau bersedia menanyakan lagi perasaanku, Akan ku jawab dengan lantang, iya aku mau tak peduli bagaimana kau sekarang Aku cuma ingin jujur, kalau sudah begini apakah cinta itu salah? kenapa cinta tak pernah tepat waktu? mungkin belum saatnya saja, atau mungkin memang bukan kamu orangnya Tapi, daripada terus menyesal aku ingin menutup kisah yang tak pernah dimulai ini Kehadiranmu adalah sebuah kehangatan yang terus menyelimuti perasaan gundah, Disaat orang lain tak peduli, ternyata masih ada dirimu yang selalu menanti aku tak tau apakah melindungi hanya untuk orang yang lemah? kalau begitu, aku rela manjadi terlemah Sulit nya diriku mampu kamu terima Jadilah aku sejadi-jadi nya kamu begitu sabar, seperti bisa memeluk amarah menyiraminya dengan segala arah hingga semua kembali reda menenagkan diriku yang membara Disaat aku rendah  kamu ada, meyakinkan d...

Peralihan Menuju “Dunia Orang Dewasa”

  Memang dunia orang dewasa itu seperti apa? Yang jelas, aku banyak tertampar oleh berbagai realita kehidupan Satu persatu masalah datang silih berganti, Ah, satu masalah belum selesai saja datang lagi masalah lain Bahkan jarak nya pun tidak karuan.. Yang aku rasakan saat itu adalah jelas sedihh Sering menangis sendiri, merenung lalu tiba-tiba mengeluarkan air mata Rasanya sangat muak hingga aku membenci kota ini, Cikarang Yang telah menanamkan luka mendalam Jujur saja, hidupku terasa tenang sebelumnya Walaupun aku justru khawatir Apakah sebenarnya aku hamba yang terlantar? Setelah mendapat banyak sekian ujian Aku tersadar akan 3 hal Bisa jadi ini adalah sebuah balasan atas dosa-dosa ku, atau Ini adalah ujian karena ALLAH ingin melihat usaha hambaNya, atau Allah ingin menaikkan derajatku Aku ragu pada hal yang ketiga, Sepertinya ini lebih pada hal yang pertama Aku banyak dosa. Di satu sisi, aku bersyukur Artinya, Allah masih peduli ingin ...