Setelah beres wisuda, aku memutuskan untuk langsung buat akun dan daftar puluhan job di akun jobstreet, mulai menyusun profil linkedin, dan daftar sana sini. seperti kebanyakan fresh graduate yg nge-war job, hasilnya pun nihil.
karena aku tidak sabaran dan bosan di rumah akhirnya apapun kesempatan kerja nya langsung ku tancap gas. padahal masih pengangguran 2 bulan. mungkin faktor pencapain teman juga yg sudah diterima di tempat kerja. sungguh sangat tidak sabaran.
hingga akhirnya aku melihat status teman yg sedang open job dan dibutuhkan segera. jaraknya jauh, di Cikarang. kedua orang tua ku juga awalnya tak setuju karena masalah jarak. walaupun sebetulnya aku sendiri tidak yakin karena harus merantau ke lain pulau, tapi aku juga sangat ingin berkelana lagi. bukan, bukan hanya masalah jarak, tapi perusahaan juga masih kecil dan sudah jelas gaji mengikuti dan jauh dari UMR Kota Cikarang aku mencoba untuk meyakinkan lagi kedua orang tua ku, aku tidak mempermasalahkan gaji lagi, yg terpenting adalah PENGALAMAN KERJA.
Cikarang, terkenal dengan kota industri. kasarannya, pusat nya kuli pabrik di Indonesia. nggak cuma itu, UMR Cikarang terbesar ke-2 se-Indonesia setelah Karawang.
Sebenarnya, aku tidak punya planning kerja lama di sini. beberapa bulan bekerja, rasanya sudah tidak betah. tapi karena aku tipikal tidak enak an, dan beberapa kali interview kena tolak aku bertahan sampai selama ini (1 tahun lebih 9 bulan) hampir 2 tahun!! nangis, marah, kecewa, senang, bersyukur jadi 1 di sini. campur aduk. nangis di kamar mandi kantor? pernah. nangis di kosan apalagi. nangis di jalan? beberapa kali. bahkan sudah 2 kali mengajukan resign walaupun tetap ditolak. ikut perusahaan dari yg kecil bahkan hampir pailid sampai akhirnya bisa se makmur ini adalah sebuah kebanggaan karena bisa bertahan selama ini. alasan resign sebenarnya bukan masalah perusahaan yg hampir pailid, tapi justru karena perusahaan sedang lancar, pendapatan yg terus naik hingga 1M lebih, semua yg sedang di atas ini diuji dengan HARTA, TAHTA, WANITA. setelah diceritkan ke teman, semua setuju kalau perusahaan ku ini sudah toxic. sekali.
emang se-toxic apa sih?
Semua berubah ketika pendapatan yg cukup fantastis masuk ke perusahaan yg baru bergerak 2 tahun. Para atasan langsung berbagi dividen atau keuntungan untuk masing-masing pribadi. Okelah. sampai ini masih wajar. suatu ketika, pendapatan yg terus naik ini digunakan untuk kepentingan pribadi tanpa mempedulikan karyawan di bawah. janji untuk beli seragam dan sepatu, hingga family gathering hanya omongan saja. yang terpenting saat itu adalah pembagian dividen. boro-boro membelikan seragam dan family gathering, gaji saja sering terlambat karena mereka mementingkan pembagian keuntungan itu. DZALIM. kecewa berat dan nggak bisa diteruskan. aku hanya bisa mengata-ngatai sambil menyumpahi, nggak baik memang tapi bagaimana lagi? karena sudah terlanjur muak, akhirnya ku putuskan untuk mengundurkan diri. RESIGN di bulan Januari, genap aku 1 tahun bekerja di perusahaan itu.
Setelah para atasan selesai liburan, pengajuan ku ditolak mentah-mentah. sebenarnya bukan aku saja yg mengajukan pengunduran diri, tapi bersama temanku. Dia juga yg membawa ku kesini. kami nggak bisa berbuat apa-apa dan tetap melanjutkan kerja sampai pada akhirnya bulan Juni aku mengajukan kembali pengunduran diri, karena sudah tidak betah dan ingin bisnis saja di rumah. sebenarnya keadaan ibu saat itu juga tidak baik-baik saja. sedang sakit. jadi memang ingin cari perusahaan yang lebih dekat dengan rumah. setidaknya masih 1 pulau.
tapi alasan itu kembali ditolak. aku pun melanjutkan kembali kerja di sini. Ada 1 kejadian yang membuatku muak dan nggak bisa melanjutkan lagi kerja di sini. waktu itu, keadaan uang dan semuanya sedang baik, aman, dan nggak ada yg perlu dikhawatirkan. Nggak bisa diceritakan semuanya di sini, intinya salah satu kemampuan editing ku digunakan untuk menutupi kelakuan atasan yg bermain dengan perempuan lain. Aku merasa di sini sudah nggak benar, aku bahkan mempertanyakan keberkahan gaji ku. Agak beresiko kerja di bagian keuangan. Aku tahu pasti tiap perusahaan melakukan editing, tapi bukan untuk pribadi, dan aku nggak ingin terlibat di sana. Aku menangis berkali-kali hanya karena urusan ini. Aku nggak ingin terlibat lagi. sudah. selesai sampai di sini.
Bukan hanya karena atasan, ada banyak hal yang mengecewakan juga lainnya dan sudah terlanjur muak. berusaha keluar dari sini, sempat interview di RS, dan sedang menunggu pengumuman. terkadang takut kalau2 di RS lebih parah. akhirnya cuma bisa berdo'a diberikan yg terbaik, kalau diterima oke, kalau enggak oke juga. tetap alhamdulillah intina mah.
Dari perjalanan ku di masa peralihan ini, aku dihadapkan banyak kondisi, permsalahan, dan juga kebahagiaan. Menurutku, aku cukup dewasa menghadapi ini dan mandiri. berulang kali mendapati culter shock, tapi tetap dihadapi sambil yaAllah yaAllah kalau kata Gen Z. Aku sayang aku, terima kasih sudah kuat sekali dan bertahan sampai sini. Love you <3
Komentar
Posting Komentar