aku mau menuangkan pikiranku yg berkecamuk nggak jelas ini, breakdown satu per satu biar nggak hilang arah. hahh, segitunya memang? iyaa
akhir-akhir ini banyak yang kupikirkan setelah menerima kontrak baru dari sekolah, iya sekolah. udah lebih dari 1 tahun aku jadi staff TU di sini, sekolah swasta islam yang cukup punya nama di Pekalongan. karyawan kontrak yg keluar sebelum Juni 2027 akan dikenakan sanksi ganti rugi 3x gaji yang diberikan. tentunya aku bisa saja menolak itu, dengan cara mengundurkan diri.
segitunya amat? amat aja tidak segitu.lahhh mulai mulaiii
aku rasa mungkin saja ini akal akalan yysn biar karyawannya tidak ikut seleksi cpns yg "katanya" bakal ada di tahun 2026. Lalu aku akan bagaimana sebagai "Seorang anak yg diwajibkan ikut even tahunan (re:cpns) ini?" Tentunya, tidak perlu ttd kontrak kata Bapak.
Aku pun merasa ingin berkembang, yhaa di sini juga berkembang tapi belum maksimal. kalaupun tidak lolos cpns, setidaknya bisa kerja di perusahaan lain, kalau bisa di Jawa Barat/Jakarta biar bisa ketemu sama crush, haha what a stupid thought. lebih lagi, teman-temanku tidak di sini, semua merantau. di satu sisi, aku merasakan betul cari kerjaan yg ternyata se susah itu, susah sekali sampai dulu sempat menganggur hampir 8 bulan. Rasanya stress, minder, akhhhh aku pikir itu titik terendah dalam hidupku apalagi kalau sudah buka IG dan linkedIn, beuhhhhhh rasanya jadi manusia paling nggak berguna dan nggak beruntung di dunia. cukup lama untuk berdamai dengan keadaan itu, padahal posisinya aku nggak senganggur itu, aku masih ada bisnis makanan lain. Itu jadi alasan aku berpikir berulang kali. apakah kali ini aku sanggup? apakah aku bisa berkhusnudzon kepada Allah dan tidak menyalahkan takdir? kalau membayangkan lagi rasanya seperti di dalam goa vertical yang gelap.
Oke, mari breakdown planning jika aku jadi keluar :
1. Bisnis Frozen food dan minuman
2. Sembari CPNS
3. Sembari cari kerja
4. Tawaran kerja bisnis Mas Iwan
apakah aku akan enjoy berbisnis dengan segala huru hara dan keuntungan yg tipis itu? bisnis sama saja kerja lebih dari 8 jam wkwk, tapi disitu aku bos nya. Hhhh, sulit sekali. Hari ini, hari terakhir seharusnya aku mengumpulkan kontrak jujur saja keputusanku condong ke tidak melanjutkan kontrak, aku sudah harus legowo dari awal kalau2 tidak kerja di waktu yang lama, tapi setidaknya ada harapan lain yaitu bisnis. jujur saja, kenapa bisa seyakin ini karena sudah punya pasar. banyak sekali yg suka dengan jajan yg ku buat. aku cukup optimis di sini. harapannya bisa masuk ke catering acara nikahan. sekalian sama souvenir, kita buat souvenir ala Gen Z itu. jujur saja, aku baru sholat istikharoh tadi malam, tapi semoga ini memberi jalan. Bismillah. semoga tidak ada rasa minder2 itu lagi, siapa tau lebih cuan kan?
Komentar
Posting Komentar