Langsung ke konten utama

Maha Baik

 Woops.. sumpah dah, lama bett ga nulis di blog

Biasanya si cuma nulis di diary. Mungkin ini bisa jadi diary ku kali ya, karena sepi juga yg liat.. paling cuma ulfa yg liat berkali-kali. Jadi, aku ngerasa bebas aja nulisnya, wkwkk

Lama banget emang, banyak yg udah dilalui.. mulai dari magang, skripsian, sidang, wisuda, dan sampe sekarang.. sungguh bukan proses yg singkat dan mudah

Dari keseluruhan itu aku kembali diingatkan betapa maha baiknya Allah yang selalu menyertaiku dalam tiap proses. Ketika berusaha dan berdoa semaksimal mungkin dan percaya Allah bakal kasih yg terbaik lalu berserah padaNya, pada akhirnya apapun yg terjadi akan timbul rasa syukur, dan berprasangka baik (husnudzon) 

Tapi apa yang kuberikan sebagai rasa ucap syukurku? Tak ada apa²nya. Aku kecewa dengan diriku sendiri. Ketika manusia yg berbuat baik padaku saja aku sangat berterima kasih.. Tapi ketika Allah? Yg maha baik lagi memberi apa yg dibutuhkan hambaNya (bahkan yg tidak ku minta pun) aku menyiakannya.. ahh, sedih ketika diri seperti ini


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teruntuk Dirimu

Ini bukan puisi atau pun pantun yang bisa menghibur, Hanya sekedar tulisan yang aku ungkap karena ada rasa yang selalu terkubur Kalau kau bersedia menanyakan lagi perasaanku, Akan ku jawab dengan lantang, iya aku mau tak peduli bagaimana kau sekarang Aku cuma ingin jujur, kalau sudah begini apakah cinta itu salah? kenapa cinta tak pernah tepat waktu? mungkin belum saatnya saja, atau mungkin memang bukan kamu orangnya Tapi, daripada terus menyesal aku ingin menutup kisah yang tak pernah dimulai ini Kehadiranmu adalah sebuah kehangatan yang terus menyelimuti perasaan gundah, Disaat orang lain tak peduli, ternyata masih ada dirimu yang selalu menanti aku tak tau apakah melindungi hanya untuk orang yang lemah? kalau begitu, aku rela manjadi terlemah Sulit nya diriku mampu kamu terima Jadilah aku sejadi-jadi nya kamu begitu sabar, seperti bisa memeluk amarah menyiraminya dengan segala arah hingga semua kembali reda menenagkan diriku yang membara Disaat aku rendah  kamu ada, meyakinkan d...

Meledak di Dalam

 di blog ini pasti selalu diawali dengan.. "dah lama nggak posting, sok sibuk lu" yaudin lah yaa..hehe meledak di dalam? sebuah perasaan.. yang sulit untuk diungkapkan, dengan dalih aku tak perlu memberitahukan kepada siapapun.. cukup hanya diriku saja yang tau, orang lain tak perlu mengerti lalu ku tutupi itu semua dengan senyuman dan wajah yang baik-baik saja menyedihkan sekali.. karena terlalu sering, Sampai-sampai aku lupa beremosi. ketika menerima sebuah kekecewaan, ku pendam di dalam aku tak tau harus bagaimana dan berakhir kesakitan sendiri, meledak.. aku selalu meyakinkan diriku untuk baik-baik saja dan menutupnya rapat-rapat  sampai terkadang tak bisa lagi membedakan mana yang harus ku simpan, dan mana yang harus ku bagi padahal bukan begitu cara kerjanya seperti judul drama korea, it's okay to not be okay it's okay untuk meluapkan "negative thinking" tidak semua hal harus diubah menjadi positif positif vibes di mana-mana no..  karena dasarku yang m...

Peralihan Menuju “Dunia Orang Dewasa”

  Memang dunia orang dewasa itu seperti apa? Yang jelas, aku banyak tertampar oleh berbagai realita kehidupan Satu persatu masalah datang silih berganti, Ah, satu masalah belum selesai saja datang lagi masalah lain Bahkan jarak nya pun tidak karuan.. Yang aku rasakan saat itu adalah jelas sedihh Sering menangis sendiri, merenung lalu tiba-tiba mengeluarkan air mata Rasanya sangat muak hingga aku membenci kota ini, Cikarang Yang telah menanamkan luka mendalam Jujur saja, hidupku terasa tenang sebelumnya Walaupun aku justru khawatir Apakah sebenarnya aku hamba yang terlantar? Setelah mendapat banyak sekian ujian Aku tersadar akan 3 hal Bisa jadi ini adalah sebuah balasan atas dosa-dosa ku, atau Ini adalah ujian karena ALLAH ingin melihat usaha hambaNya, atau Allah ingin menaikkan derajatku Aku ragu pada hal yang ketiga, Sepertinya ini lebih pada hal yang pertama Aku banyak dosa. Di satu sisi, aku bersyukur Artinya, Allah masih peduli ingin ...